Categories
Uncategorized

Alpukat , Teknik Menanam

Alpukat atau Avokad adalah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia.

Alpukat atau yang dikenal dengan nama latin Persea americana merupakan buah yang berasal dari daratan Amerika Tengah dan Meksiko. Alpukat atau avocado berasal dari kata ahuacatl, yang merupakan bahasa Aztek dari Amerika Tengah dan Meksiko. Diketahui bahwa alpukat telah dikonsumsi oleh masyarakat di daratan Amerika sejak 10.000 tahun yang lalu.

Diperkirakan saat itu alpukat yang dikonsumsi merupakan buah yang tumbuh secara liar di daerah tersebut. Alpukat mulai ditanam dan diolah sejak 5.000 tahun lalu. Buah alpukat mulai menyebar di seluruh daratan Amerika dan kemudian dibawa ke daratan Eropa untuk dijual. Hingga kini alpukat sudah dikenal oleh masyarakat dunia dan banyak kalangan yang berupaya untuk membudidayakan buah ini.

Buah alpukat kini populer di kalangan masyarakat karena diketahui memiliki banyak manfaat dan memiliki rasa yang menarik. Buah alpukat diketahui memiliki kandungan vitamin E &A yang bagus untuk menutrisi kulit; potasium & kalium yang berfungsi menurunkan tekanan darah; lemak tak jenuh untuk menurunkan kolesterol; serta zat besi untuk mencegah anemia.

Menanam buah ini sebenarnya tidak terlalu sulit, meskipun hasil panen baru dapat dirasakan setelah enam hingga tujuh bulan lamanya. Berikut ini adalah cara menanam alpukat yang dapat Anda aplikasikan di rumah.

1. Persiapan Biji Alpukat

Langkah awal dari cara menanam alpukat dari biji tentunya adalah mempersiapkan biji atau benih alpukat terlebih dahulu. Memang sangat jarang yang menjual benih atau biji alpukat, namun jangan khawatir karena kita bisa mendapatkannya dari buah alpukat yang sudah tua. Beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah sebagai berikut.

  • Siapkan satu buah alpukat. Alpukat yang disarankan adalah buah alpukat yang sudah tua, tidak jatuh dengan keras, dan tidak pecah.
  • Siapkan pisau.
  • Siapkan tiga buah tusuk gigi.
  • Siapkan air secukupnya. Tempatkan dalam wadah sejenis baskom.

Setelah menyiapkan alat dan bahan tersebut, beberapa langkah yang harus dilakukan sebagai tahap awal dari cara menanam alpukat adalah sebagai berikut.

  • Potong buah alpukat menjadi dua bagian. Ingat dalam memotong buah alpukat sangat tidak disarankan untuk mengenai bagian bijinya. Upayakan untuk menjaga biji alpukat agar tetap utuh dan tidak tergores.
  • Ambil biji alpukat, pisahkan dari daging buahnya.
  • Lepaskan kulit luar biji alpukat dengan tangan. Untuk memudahkan pemisahan kulit luar, dapat dilakukan sambil direndam di dalam air. Kupas bagian luarnya hingga terlihat warna coklat muda.
  • Cuci kembali biji alpukat yang telah dipisahkan dari kulit luarnya sampai bersih.
  • Tusukkan 3 buah tusuk gigi di tiga titik biji alpukat. Upayakan tusukkan tersebut berada pada satu garis melingkar dengan posisi tusukkan lebih serong ke arah bawah.
  • Pastikan Anda sudah paham antara bagian atas dan bawah dari biji alpukat. Bagian atasnya adalah tempat tumbuhnya tunas, dimana bentuknya lebih lonjong dibandingkan dengan bagian bawah.
  • Untuk biji alpukat bagian bawah adalah tempat tumbuhnya akar yang berbentuk sedikit lebih datar dibandingkan bagian atas.

2. Persiapan Media Tanam (Media Air)

Untuk memudahkan pembibitan tanaman alpukat, sebaiknya dilakukan dengan media air terlebih dahulu. Media air ini memudahkan pertumbuhan akar dan tunas. Selain itu, dengan media air, pembibitannya lebih dapat dikontrol dan diawasi. Beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk media tanam dari tanaman alpukat pada tahap awal adalah sebagai berikut.

  • Cup atau gelas plastik berukuran sedang
  • Air biasa secukupnya
  • Biji alpukat yang sudah ditusuk dengan tiga tusuk gigi
  • Gula pasir
  • Spidol atau pulpen untuk plastik

3. Proses Pembibitan Tanaman Alpukat

Pembibitan dapat dikatakan sebagai tahapan awal dari aktivitas menanam alpukat. Metode pembibitan menjadi faktor penting pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman alpukat ini. Setelah menyiapkan biji alpukat serta media tanamnya, lakukanlah metode pembibitan dengan tahapan berikut.

  • Tuangkan air ke dalam cup atau gelas plastik yang telah disediakan. Pastikan kuantitas air tidak memenuhi gelas, sehingga cukup tuangkan air sebanyak ¾ gelas aja.
  • Letakkan biji tanaman ini yang telah ditusuk dengan tusuk gigi di atas cup atau gelas plastik.
  • Pastikan posisi atau letak biji tanaman ini sudah benar, dimana yang terendam air adalah bagian bawahnya, yaitu tempat tumbuhnya akar.
  • Pastikan biji tanaman ini yang terendam air adalah sebanyak ¼ bagian.
  • Berikan gambar garis sesuai dengan ukuran air.
  • Tuangkan satu sendok gula pasir ke dalam air. Gula pasir berfungsi sebagai nutrisi tambahan untuk pertumbuhan tunas dan akar tanaman ini.
  • Letakkan di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung, seperti di dekat jendela.

4. Pemeliharaan Bibit Tanaman Alpukat

Untuk menunjang pertumbuhan tunas dan akar dari biji tanaman ini, kita juga perlu melakukan pemeliharaan terhadap bibit tanaman ini. Setelah melakukan pembibitan dengan media tanam air, sebaiknya kondisi biji tanaman ini juga tetap dijaga dan dikontrol setiap harinya. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam rangka memelihara bibit tanaman ini.

  • Perhatikan volume air. Sewaktu-waktu volume air akan berkurang atau berada di bawah garis yang menjadi tanda ukuran air.
  • Siramlah atau tambahkan air sampai garis batas volume air.
  • Kontrol volume air setiap hari. Jangan biarkan biji tanaman ini tidak terendam oleh air karena akan mengakibatkan kegagalan dalam bercocok tanam pada tahap awal.
  • Gantilah air yang digunakan lima hari sekali.
  • Pantaulah pertumbuhan calon tanaman ini.
  • Hari ke 21, biji tanaman ini mulai retak. Hal ini menandakan bahwa akar dan tunas akan segera tumbuh.
  • Hari ke 22-28, pertumbuhan akar dan tunas pada biji tanaman ini.
  • Hari ke 45, akar sudah rimbun dan tunas sudah tumbuh sekitar 15 cm.
  • Tanaman ini sudah siap dipindahkan ke media tanah.

5. Persiapan Media Tanam (Media Tanah)

Tahapan dari cara menanam tanaman ini berikutnya adalah persiapan media tanam. Setelah bibit tanaman ini sudah berakar rimbun dan tunasnya mencapai tinggi kurang lebih 15 cm, itu artinya Anda sudah dapat memindahkan bibit tersebut ke media tanah. Untuk pemindahan ke media tanah, tentunya hal-hal yang dipersiapkan sedikit berbeda. Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.

  • Pot yang cukup besar: Pot yang dianjurkan untuk digunakan adalah pot dengan diameter kurang lebih 30 cm atau yang lebih besar.
  • Tanah yang gembur dan tidak terlalu basa: Kuantitasnya sesuaikan dengan ukuran pot yang digunakan.
  • Air secukupnya.
  • Perkakas untuk menggunting batang tanaman muda, seperti gunting atau sejenisnya.

6. Pemindahan Bibit ke Media Tanah

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memindahkan bibit tanaman ini dari media air ke media tanah adalah sebagai berikut.

  • Masukkan tanah ke dalam pot. Cukup mengisi pot sampai setengah bagian saja.
  • Letakkan bibit tanaman ini.
  • Masukkan lagi tanah untuk menutupi akar tanaman ini hingga tanah kuat untuk menyangga tanaman.
  • Potong tunas sekitar 7 cm sebagai upaya untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun tanaman.
  • Siram tanaman ini dengan air secukupnya.
  • Letakkan tanaman ini di tempat yang langsung terpapar dengan sinar matahari.

7. Pemeliharaan Tanaman Alpukat

Ketika tanaman ini sudah dipindahkan ke media tanah, jangan lupa untuk tetap mengawasi pertumbuhan tanaman tersebut. Beberapa hal yang perlu diketahui dari sifat tanaman ini adalah sebagai berikut.

  • Tidak tahan terhadap genangan air.
  • Memerlukan angin untuk proses penyerbukan.
  • Curah hujan yang sedang untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
  • Toleransi suhu udara yang cukup fleksibel, berada pada rentang 13 – 28 derajat celcius.
  • Kebutuhan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi.

Dengan mengetahui sifat-sifat tanaman ini, maka yang perlu dilakukan untuk memelihara tanaman ini adalah sebagai berikut.

  • Letakkan tanaman ini di tempat yang memenuhi ciri-ciri di atas, dianjurkan di luar rumah atau di pekarangan.
  • Siram dengan teratur.
  • Jika daun menguning artinya tanaman terlalu banyak mengandung air. Jika seperti itu, maka keringkanlah di bawah sinar matahari. Setelah kering, siram kembali dengan teratur.
  • Jika daun berwarna coklat dengan ujungnya kering, artinya tanaman terlalu banyak mengandung garam. Solusinya, siramlah dengan air sebanyak-banyaknya.
  • Pangkaslah batang tanaman dengan teratur, jangan sampai tingginya melebihi 30 cm. Hal ini perlu dilakukan agar pertumbuhan daun semakin lebat.

8. Proses Panen Alpukat

Usia panen buah ini biasanya berkisar sekitar enam sampai tujuh bulan setelah pembibitan. Memang cukup lama. Hal ini juga tergantung pada kondisi cuaca, angin, intensitas cahaya matahari yang didapatkan, dll. Buah ini yang sudah tua belum tentu masak. Oleh karena itu penentuan panen tidak dapat dilakukan hanya dengan kasat mata seperti dengan melihat warna kulit luarnya saja. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menentukan tingkat kematangan buah adalah sebagai berikut.

  • Warna buah ini menjadi coklat atau kemerahan, serta mengkilap.
  • Tidak akan menimbulkan bunyi ketika buah digoyangkan.
  • Ketuk penggung buah, pastikan tidak menimbulkan suara nyaring.
  • Jika buah ini sudah memenuhi kriteria tersebut, artinya buah sudah siap panen. Cara memanen buah ini dapat dilakukan dengan cara berikut.
  • Petiklah dengan menggunakan tangan.
  • Petik hingga tangkainya untuk mencegah luka pada bagian dekat tangkai buah.

Baca Juga disini

Sumber:
– https://id.wikipedia.org/wiki/Avokad
– https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-alpukat

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!